Tuesday, 31 March 2015

Tugas Dan Fungsi Bank

Tugas Bank


A. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter

1. Menetapkan sasaran monter dengan memperhatikan laju inflasi yang ditetapkannya.
2. Melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara termasuk tetapi tidak terbatas pada :
- Operasi pasar terbuka di pasar uang, baik rupiah maupun valuta asing
- Penetapan tingkat diskonto
- Penetapan cadangan wajib minimum dan
- Pengaturan kredit dan pembiayaan


B. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran

1. Melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas jasa sisa pembayaran
2. Mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan tentang         kegiatannya
3. Menetapkan penggunaan alat pembayaran


Fungsi Bank

Penghimpun dana Untuk menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana maka bank memiliki beberapa sumber yang secara garis besar ada tiga sumber, yaitu:

  1. Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu pendirian.
  2. Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dikumpulkan melalui usaha perbankan seperti usaha simpanan giro, deposito dan tabanas.
  3. Dana yang bersumber dari Lembaga Keuangan yang diperoleh dari pinjaman dana yang berupa Kredit Likuiditas dan Call Money (dana yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh bank yang meminjam)

Penyalur/pemberi Kredit Bank dalam kegiatannya tidak hanya menyimpan dana yang diperoleh, akan tetapi untuk pemanfaatannya bank menyalurkan kembali dalam bentuk kredit kepada masyarakat yang memerlukan dana segar untuk usaha. Tentunya dalam pelaksanaan fungsi ini diharapkan bank akan mendapatkan sumber pendapatan berupa bagi hasil atau dalam bentuk pengenaan bunga kredit. Pemberian kredit akan menimbulkan resiko, oleh sebab itu pemberiannya harus benar-benar teliti dan memenuhi persyaratan. Mungkin Anda pernah mendengar beberapa bank dilikuidasi atau dibekukan usahanya, salah satu penyebabnya adalah karena banyak kredit yang bermasalah atau macet. Penyalur dana-dana yang terkumpul oleh bank disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk pemberian kredit, pembelian surat-surat berharga, penyertaan, pemilikan harta tetap.

Pelayan Jasa Bank dalam mengemban tugas sebagai “pelayan lalu-lintas pembayaran uang” melakukan berbagai aktivitas kegiatan antara lain pengiriman uang, inkaso, cek wisata, kartu kredit dan pelayanan lainnya.

Adapun secara spesifik bank bank dapat berfungsi sebagai agent of trust, agent of develovment dan agen of services.


  1. Agent Of Trust, Yaitu lembaga yang landasannya kepercayaan. Dasar utama kegiatan perbankkan adalah kepercayaan ( trust ), baik dalam penghimpun dana maupun penyaluran dana. Masyarakat akan mau menyimpan dana dananya di bank apabila dilandasi kepercayaan. Dalam fungsi ini akan di bangun kepercayaan baik dari pihak penyimpan dana maupun dari pihak bank dan kepercayaan ini akan terus berlanjut kepada pihak debitor. Kepercayaan ini penting dibangun karena dalam keadaan ini semua pihak ingin merasa diuntungkan untuk baik dari segi penyimpangan dana, penampung dana maupun penerima penyaluran dana tersebut.
  2. Agent Of Development, Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Kegiatan bank berupa penghimpun dan penyalur dana sangat diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di sektor riil. Kegiatan bank tersebut memungkinkan masyarakat melakukan kegiatan investasi, kegiatan distribusi, serta kegiatan konsumsi barang dan jasa, mengingat bahwa kegiatan investasi , distribusi dan konsumsi tidak dapat dilepaskan dari adanya penggunaan uang. Kelancaran kegiatan investasi, distribusi, dan konsumsi ini tidak lain adalah kegiatan pembangunan perekonomian suatu masyarakat.
  3. Agent Of Services, Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Disamping melakukan kegiatan penghimpun dan penyalur dana, bank juga memberikan penawaran jasa perbankan yang lain kepada masyarakan. Jasa yang ditawarkan bank ini erat kaitannya dengan kegiatan perekonomian masyarakat secara umum.


Peranan Bank
Dalam menjalankan kegiatannya bank mempunyai peran penting dalam sistem keuangan, yaitu :

1. Pengalihan Aset (asset transmutation)
Yaitu pengalihan dana atau aset dari unit surplus ke unit devisit. Dimana sumber dana yang diberikan pada pihak peminjam berasal pemilik dana yaitu unit surplus yang jangka waktunya dapat diatur sesuai dengan keinginan pemilik dana. Dalam hal ini bank berperan sebagai pangalih aset yang likuid dari unit surplus (lender) kepada unit defisit (borrower).

2. Transaksi (transaction)
Bank memberikan berbagai kemudahan kepada pelaku ekonomi untuk melakukan transaksi. Dalam ekonomi modern, trnsaksi barang dan jasa tidak pernah terlepas dari transaksi keuangan. Untuk itu produk-produk yang dikeluarkan oleh bank (giro, tabungan, depsito, saham dan sebagainya)merupakan pengganti uang dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran.

3. Likuiditas (liquidity)
Unit surplus dapat menempatkan dana yang dimilikinya dalam bentuk produk-produk berupa giro, tabungan, deposito, dan sebagainya. Produk-produk tersebut masing-masing mempunyai tingkat likuiditas yang berbeda-beda. Untuk kepentingn likuiditas para pemilik dana dapat menempatkan dananya sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya. Dengan demikian bank memberikan fasilitas pengelolaan likuiditas kepada pihak yang mengalami surplus likuiditas dan menyalurkannya kepada pihak yang mengalami kekurangan likuiditas.

4. Efisiensi (efficiency)
Peranan bank sebagai broker adalah menemukan peminjam dan pengguna modal tanpa mengubah produknya. Disini bank hanya memperlancar dan mempertemukan pihak-pihak yang saling membutuhkan. Adanya informasi yang tidak simetris (asymmetric information) antara peminjam dan investor menimbulkan masalah insentif. Peran bank menjadi penting untuk memecahkan masalah insentif tersebut. Untuk itu jelas peran bank dalam hal ini yaitu menjembatani dua pihak yang saling berkepentingan untuk menyamakan informasi yang tidak sempurna, sehingga terjadi efisiensi biaya ekonomi.

Source : http://bulinterista-bulinterista.blogspot.com/

Klasifikasi Bank

Bank diklasifikasi berdasarkan berbagai macam perspektif, yaitu:
1. Segi fungsinya,
2. Segi kepemilikannya,
3. Segi status,
4. Segi penentuan harganya. Berdasarkan segi fungsinya, bank diklasifikasi menjadi:

1. Bank umum (komersial + syariah): bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberi-kan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

2. BPR: bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasar-kan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Berdasarkan segi kepemilikannya, bank diklasifikasi menjadi:

1. Bank Pemerintah: bank yang sebagian besar modalnya dimiliki oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah;

2. Bank swasta nasional: bank yang seba-gian besar modalnya dimiliki oleh swasta nasional Indonesia;

3. Bank koperasi: bank yang sebagian besar atau seluruh modalnya dimiliki oleh perusahaan berbadan hukum koperasi;

4. Bank asing: bank yang sebagian besar atau seluruh modalnya dimiliki oleh asing, baik swasta maupun pemerintah asing.

5. Bank campuran: bank yang modalnya dimiliki swasta nasional Indonesia dan asing, dan pada umumnya sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta Indonesia.

Berdasarkan segi statusnya, bank diklasifikasi menjadi :

1. Bank devisa: bank yang melaksanakan transaksi luar negeri atau transaksinya berhubungan dengan valas.

2. Bank nondevisa: bank yang tidak diperbolehkan melakukan transaksi dengan luar negeri atau berkaitan dengan valas.

Berdasarkan segi cara menentukan harga, bank diklasifikasi menjadi :

1. Bank konvensional: bank yang dalam menentukan harganya menetapkan suatu tingkat bunga tertentu, baik untuk dana yang dikumpulkan maupun disalurkan.

2. Bank syariah: bank yang penentuan harganya tidak menetapkan suatu tingkat bunga tertentu tetapi didasarkan pada prinsip-prinsip syariah.

Pengklasifikasian bank ini tidak dapat secara kaku diterapkan saat ini, mengingat fenomena kepemilikan bank di Indonesia pasca krisis ekonomi 1998 sangat rumit.




Source : arlanwidiantara.blogspot.com

Pengertian Bank

Pengertian bank berdasarkan UU Negara Republik Indonesia No. 10/1998 pasal 1 huruf dua yang mengatur tentang perbankan menjelaskan bahwa pengertian bank adalah
"Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak".

Pengertian Bank dari investopedia.com bahwa pengertian bank adalah lembaga berlisensi sebagai penerima deposito (A financial institution licensed as a receiver of deposits).
Bank dapat didefinisikan sebagai badan atau lembaga yang memiliki tugas utama untuk menghimpun uang dari pihak ketiga. Definisi lain tentang bank adalah suatu badan yang tugas utamanya sebagai perantara untuk menyalurkan penawaran dan permintaan kredit pada waktu yang ditentukan.


Menurut Buku Kelembagaan Perbankan oleh Dr.Thomas Suyatno dkk, bahwa pengertian bank dapat dilihat pada tiga sisi yaitu bank sebagai penerima kredit (banks as loan recipients), bank sebagai pemberi kredit (bank as a creditor) dan terakhir bank sebagai pemberi kredit bagi masyarakat (bank as a lender for the community) melalui sumber yang berasal dari modal sendiri, simpanan/tabungan masyarakat maupun melalui penciptaan uang bank (bank money creation).


Pengertian bank menurut buku ini bahwa bank menerima uang serta dana dana lainnya dari masyarakat dalam bentuk simpanan, atau tabungan biasa yang dapat diminta/diambil kembali setiap saat; dalam bentuk deposito berjangka (in time deposits), yang merupakan tabungan atau simpanan yang penarikannya kembali hanya dapat dilakukan setelah jangka waktu yang ditentukan habis (dapat diperpanjang secara otomatis menggunakan sistem ARO. ;dalam bentuk simpanan dalam rekening koran/giro atas nama penyimpan giro yang hanya dapat ditarik menggunakan cek,giro, bilyet, atau perintah tertulis kepada bank. Pengertian bank dari buku Kelembagaan perbankan ini mencerminkan bahwa bank melaksanakan operasi perkreditan secara pasif dengan menghimpun uang dari pihak ketiga.













Source : www.apapengertianahli.com

Monday, 26 January 2015

Aplikasi pendapatan dan pengeluaran

Ruang Lingkup & proses bisnis siklus pendapatan
Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut. 

Pendapatan bertujuan untuk mengfasilitasi pertukaran barang dan jasa yang dimiliki oleh perusahaan dengan kas yang dimiliki oleh Aplikasi siklus pendapatan

  • Siklus pendapatan memproses transaksi akuntansi yang mencatat empat peristiwa ekonomi : permintaan barang dan jasa oleh pelanggan, pengiriman barang atau jasanya, permintaan pembayaran, dan tanda terima pembayaran.
  • Pada siklus pendapatan, sistem yang terkomputerisasi menggunakan empat sistem aplikasi :
    • · Aplikasi entri pesanan.
    • · Aplikasi Pengiriman.
    • · Aplikasi pengajuan rekening.
    • · Aplikasi tanda terima konsumen.

Tujuan-tujuan khusus yang ingin dicapai perusahaan dalam pelaksanaan siklus pendapatan yaitu :
  1. Mencatat permintaan penjualan secara tepat dan akurat
  2. Memverifikasi kelayakan kredit konsumen
  3. Mengirimkan barang atau memberikan jasa tepat waktu sesuai dengan perjanjian
  4. Melakukan penagihan kepada konsumen pada waktu yang tepat dan dengan cara yang benar
  5. Mencatat dan mengklasifikasikan penerimaan kas secara tepat dan akurat .
  6. Mengirimkan uang ke pemasosk yang tepat.
  7. Menjamin semua pengeluaran kas berkaitan dengan pengeluaran yang telah diijinkan.
  8. Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran kas dengan tepat dan akurat.

Aplikasi Siklus Pengeluaran

Definisi Aplikasi Siklus Pengeluaran
Siklus Pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa, tujuan utamanya adalah dalam siklus pengeluaran untuk meminimalkan biaya total memperoleh dan memelihara persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang dibutuhkan organisasi untuk berfungsi

Ruang Lingkup Siklus Pengeluaran
Aktivitas Bisnis Siklus Pengeluaran :
  1. Memesan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan). Aktivitas utama pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan. Metode pengendalian persediaan tradisional ini sering disebut: kuantitas pesanan ekonomis [EOQ]). Pendekatan ini didasarkan pada perhitungan jumlah optimalpesanan untuk meminimalkan jumlah biaya pemesanan, penggudangan dan kekurangan persediaan.
  2. Menerima dan menyimpan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan). Aktivitas bisnis utama kedua dalam siklus pengeluaran adalah penerimaan dan penyimpanan barang yang dipesan. 

Bagian penerimaan mempunyai dua tanggung jawab utama untuk keputusan-keputusan penting dan kebutuhan-kebutuhan informasi:                        
  • Memutuskan apakah menerima pengiriman                                               
  • Memeriksa jumlah dan kualitas barang Dokumen-dokumen dan prosedur-prosedur

Laporan penerimaan adalah dokumen utama yang digunakan dalam subsistem penerimaan dalam siklus pengeluaran, laporan ini mendokumentasikan rincian mengenai: setiap kiriman, termasuk tanggal penerimaan, pengiriman, pemasok, dan nomor pesanan pembelian. Bagi setiap barang yang diterima, laporan ini menunjukkan nomor barang, deskripsi,unit ukuran, dan jumlah barang yang diterima.

       3. Membayar barang, Perlengkapan dan jasa (layanan). Aktivitas utama ketiga dalam            siklus pengeluaran adalah menyetujui faktur penjualan dari vendor untuk pembayaran.
  • Bagian utang usaha menyetujui faktur penjualan untuk dibayar
  • Kasir bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran
Tujuan utang usaha adalah untuk mensahkan pembayaran hanya untuk barang dan jasa yang dipesan dan benar-benar diterima.
Ada dua cara untuk memproses faktur penjualan dari vendor :
  • Sistem tanpa voucher
  • Sistem voucher

SubSistem Siklus Pengeluaran
Subsistem penerimaan dalam siklus pengeluaran, laporan ini mendokumentasikan rincian mengenai :
  • Setiap kiriman, termasuk tanggal penerimaan, pengiriman, pemasok, dan nomor pesanan pembelian.
  • Bagi setiap barang yang diterima, laporan ini menunjukkan nomor barang, deskripsi, unit ukuran, dan jumlah barang yang diterima.
  • Membayar barang, Perlengkapan


Batasan Aplikasi Siklus Pengeluaran
Proses bisnis adalah suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang salingterkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan (demi meraih tujuan tertentu). Suatu proses bisnis dapat dipecah menjadi beberapa subproses yang masing-masing memiliki atribut sendiri tapi juga berkontribusi untuk mencapai tujuan dari superprosesnya. Analisis proses bisnis umumnya melibatkan pemetaan proses dan subproses di dalamnya hingga tingkatan aktivitas atau kegiatan.
Beberapa karakteristik umum yang dianggap harus dimiliki suatu proses bisnis adalah:
  1. Definitif: Suatu proses bisnis harus memiliki batasan, keluaran yang jelas.
  2. Urutan: Suatu proses bisnis harus terdiri dari aktivitas yang berurut sesuai waktu dan ruang.
  3. Pelanggan: Suatu proses bisnis harus mempunyai penerima hasil proses.
  4. Nilai tambah: Transformasi yang terjadi dalam proses harus memberikan nilai tambah pada penerima.
  5. Keterkaitan: Suatu proses tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terkait dalam suatu struktur organisasi.
  6. Fungsi silang: Suatu proses umumnya, walaupun tidak harus, mencakup beberapa fungsi.

referensi: 
http://ekacyliiaa.blogspot.com/2012/01/1-aplikasi-siklus-pendapatan-dan.html
http://mohammad-aris.blogspot.com/2013/11/51-aplikasi-siklus-pendapatan.html
http://ndutagen.blogspot.com/2014/01/siklus-siklus-dalam-sistem-informasi.html
http://faridshofwan.blogspot.com

Monday, 17 November 2014

Pengendalian Sistem Informasi Akuntansi



Risiko Atau Eksposur Pada SIA

Salah satu ancaman risiko yang dihadapi perusahaan adalah kehancuran karena bencana alam dan politik, seperti :
ü  Kebakaran atau panas yang berlebihan
ü  Banjir, gempa bumi
ü  Badai angin, dan perang

Risiko kedua bagi perusahaan adalah kesalahan pada software dan tidak berfungsinya peralatan, seperti :
ü   Kegagalan hardware
ü   Kesalahan atau terdapat kerusakan pada software, kegagalan sistem operasi, gangguan dan fluktuasi listrik.
ü   Serta kesalahan pengiriman data yang tidak terdeteksi.

Risiko ketiga bagi perusahaan adalah tindakan yang tidak disengaja, seperti :
   ü  Kecelakaan yang disebabkan kecerobohan manusia
   ü  Kesalahan tidak disengaja karen teledor
   ü  Kehilangan atau salah meletakkan
   ü  Kesalahan logika
   ü  Sistem yang tidak memenuhi kebutuhan perusahaan
Risiko keempat yang dihadapi perusahaan adalah tindakan disengaja, seperti :
   ü  Sabotase\
   ü  Penipuan komputer
   ü  Penggelapan
Beberapa risiko lainnya adalah :
   ü  Merekrut karyawan yang tidak Qualified Hiring
   ü  Pelanggaran hukum oleh karyawan (Violation of employment law)
   ü  Perubahan yang tidak diotorisasi opada file induk pembayaran (master payroll file)
   ü  Ketidakakuratan data waktu (Inaccurate time data)
   ü  Ketidakakuratan proses pembayaran
   ü  Pencurian atau kecurangan pendistribusian pembayaran
   ü  Kehilangan atau tidak terotorisasi data pembayaran
   ü  Performansi jelek




Berikut ini merupakan beberapa penyebab meningkatnya risiko maupun eksposur dalam SIA :

  •     Peningkatan jumlah sistem klien/server memiliki arti bahwa informasi tersedia bagi para pekerja yang tidak baik.
  •     WAN memberikan pelanggan dan pemasok akses ke sistem dan data mereka satu sama lain, yang menimbulkan kekhawatiran dalam hal kerahasiaan.
  •     Oleh karena LAN dan sistem klien/server mendistribusikan data ke banyak pemakai, mereka lebih sulit dikendalikan daripada sistem komputer utama yang terpusat.






Lingkungan Pengendalian

Lingkungan pengendalian terdiri dari faktor-faktor berikut ini :
ü  Komitmen atas integritas dan nilai-nilai etika
ü  Filosofi pihak manajemen dan gaya beroperasi
ü  Struktur organisasional
ü  Badan audit dewan komisaris
ü  Metode untuk memberikan otoritas dan tanggung jawab
ü  Kebijakan dan praktik-praktik dalam sumber daya manusia
ü  Pengaruh-pengaruh eksternal





Prosedur Pengendalian SIA

Secara umum, prosedur-prosedur pengendalian termasuk dalam satu dari lima kategori berikut ini :
  1. Otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai
  2. Pemisahan tugas
  3. Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai
  4. Penjagaan aset dan catatan yang memadai
  5. Pemeriksaan independen atas kinerja




Ruang Lingkup Pengendalian SIA Berbasis Komputer

      Pengertian dari Ruang lingkup adalah Batasan. Ruang lingkup juga dapat dikemukakan pada bagian variabel-variabel yang diteliti, populasi atau subjek penelitian, dan lokasi penelitian. Sedangkan pengendalian diartikan sebagai proses pemantauan aktivitas untuk menjamin bahwa standar dapat terlaksana sebagaimana yang direncanakan dan melakukan langkah koreksi terhadap penyimpangan yang berarti. Jadi batasan pengendalian intern secara luas, diantaranya sebagai suatu sistem pengendalian yang meliputi struktur organisasi beserta semua metode dan ukuran yang diterapkan dalam perusahaan, dengan tujuan untuk :

  ü  mengamankan aktiva perusahaan
  ü  mengecek kecermatan dan ketelitian data akuntansi
  ü  meningkatkan efisiensi
  ü  mendorong agar kebijakan manajemen dipatuhi oleh segenap jajaran organisasi
      Ringkasnya bahwa pengendalian intern tidak hanya meliputii pekerjaan pengecekan tetapi juga meliputi semua sistem kerja yang terjadi dalam perusahaan dalam upaya mencapai tujuan perusahaan.

Mekanisme Secara Online

Pengendalian masukan, pengolahan dan keluaran dalam sistem on line :

a.        Pengendalian  masukan  dalam  sistem on  line didesain  untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa :
ü  transaksi di entri ke terminal yang semestinya,
ü  di entri dengan cermat,
ü  data  yang  dientri  telah  diklasifikasikan dengan  benar  pada  nilai  transaksi  yang  sah  (valid),
ü  data  yang  tidak  sah  (invalid) tidak  di  entri  pada  saat  transaksi,
ü  transaksi  tidak  di  entri  lebih  dari sekali,
ü  dan data yang dientri tidak hilang selama transaksi berlangsung.

b.      Pengendalian  pengolahan  pada  sistem on  line didesain  untuk memberikan  keyakinan  bahwa:
ü  hasil  perhitungan  telah  diprogram  dengan  benar,
ü  logika  yang  digunakan  dalam  proses  pengolahan  adalah  benar,
ü  file  yang digunakan  dalam  proses  pengolahan  adalah  benar,
ü  record  yang  digunakan  dalam proses  pengolahan  adalah  benar,
ü  operator  telah  memasukkan  data  ke  komputer consule  sebagaimana  mestinya,
ü  label  yang  digunakan  selama  proses  pengolahan adalah benar,
ü   selama proses pengolahan telah digunakan standar operasi (default) yang semestinya,
ü  data yang tidak sah tidak digunakan dalam proses pengolahan,
ü  proses  pengolahan  tidak  maenggunakan  program  dengan  versi  yang  salah,
ü  hasil perhitungan  yang  dilakukan  secara  otomatis  oleh  program  adalah  sesuai  dengan kebijakan manajemen organisasi , dan
ü  data masukan yang diolah adalah data yang berotorisasi.

c.       Pengendalian keluaran pada sistem on line didesain untuk memberikan keyakinan bahwa  :
ü  Keluaran yang diterima organisasi adalah tepat dan lengkap,
ü  keluaran yang diterima  organisasi  telah  terklasifikasi  dan
ü  keluaran didistribusikan  kepada pegawai  yang  telah  berotorisasi.













SOURCE :


Monday, 27 October 2014

CONTOH PERANCANGAN DATABASE

CONTOH PERANCANGAN DATABASE


RANCANGAN DESAIN DATABASE PENJUALAN “TOKO XYZ” DENGAN TEKNIK PERANCANGAN FORMAL
Entitas / Tabel yang dibutuhkan :
Entitas / Tabel Customer
Entitas / Tabel Barang
Entitas / Tabel Jenis_Barang
Entitas / Tabel Transaksi
Entitas / Tabel Supplier
Atribut / Field yang dibutuhkan :
Tabel Customer
Field
Type
id_customer
numerik ( 6 ), unik tidak boleh ada yang sama
nama_customer
text ( 50 )
alamat_customer
text ( 100 )
telepon_customer
text ( 20 )
Tabel Barang
Field
Type
kode_barang
text ( 6 ), unik tidak boleh ada yang sama
nama_barang
text ( 100 )
id_jenis_barang
numerik ( 6 )
id_supplier
numerik ( 6 )
harga
text ( 15 )
Tabel Jenis_Barang
Field
Type
id_jenis_barang
numerik (6 )
nama_jenis_barang
text ( 100 )
Tabel Transaksi
Field
Type
kode_transaksi
text ( 6 ), unik tidak boleh ada yang sama
id_customer
numerik ( 6 )
kode_barang
text ( 6 )
tgl_transaksi
datetime
keterangan
text ( 255 )
Tabel Supplier
Field
Type
id_supplier
numerik (6 )
nama_supplier
text ( 100 )
Entity Relationship Diagram ( ERD )
Model Relasi Antar Tabel
* Primary Key
** Foreign Key
Sample / Contoh Record Data Customer
id_customer
nama_customer
alamat_customer
telepon_customer
100001
Paijo
Jl Buntu 20 Malang
0341-123456
100002
Tarmini
Jl Gantung 10 Surabaya
031-4567890
Sample / Contoh Record Data Barang
kode_barang
nama_barang
id_jenis_barang
id_supplier
harga
01-0001
Printer Canon IP 1700
1
1
450.000
05-0003
Harddisk Maxtor 60 GB
2
2
390.000
06-0022
Notebook Acer TravelMate
3
3
8.000.000
Sample / Contoh Record Data Jenis Barang
id_jenis_barang
nama_jenis_barang
1
Printer
2
Hardisk
3
Notebook
Sample / Contoh Record Data Transaksi
kode_transaksi
id_customer
kode_barang
tgl_transaksi
keterangan
T00001
100001
01-0001
2007-03-27
DP 50%, bayar Rp 225.000
T00002
100001
06-0022
2007-03-27
Bayar Lunas
T00003
100002
01-0001
2007-03-27
Kurang 100.000
T00004
100002
05-0003
2007-03-28
Bayar Lunas
Sample / Contoh Record Data Supplier
id_supplier
nama_supplier
1
PT Canon Indonesia
2
PT Maxtorindo
3
PT Acer Internasional
O
utput Report / Laporan
Nota Penjualan Barang “TOKO XYZ”
Diberikan kepada :
Nama : Paijo
Alamat : Jl Buntu 20 Malang
Telepon : 0341-123456
Tgl. Transaksi : 2007-03-27
kode_barang
nama_barang
jenis_barang
harga
01-0001
Printer Canon IP 1700
Printer
450.000
06-0022
Notebook Acer TravelMate
Notebook
8.000.000
Total ( Rp. )
8.450.000
Nota Penjualan Barang “TOKO XYZ”
Diberikan kepada :
Nama : Tarmini
Alamat : Jl Gantung 10 Surabaya
Telepon : 031-4567890
Tgl. Transaksi : 2007-03-28
kode_barang
nama_barang
jenis_barang
harga
05-0003
Harddisk Maxtor 60 GB
Harddisk
390.000
Total ( Rp. )
390.000


Artikel E-Business



E-Business







Pengertian E-Business secara garis besar :

E-Business adalah kegiatan transaksi , jual beli , bisnis yang dilakukan secara otomatis melalui kegiatan elektronik/internet , dan juga perusahaan dapat berhubungan langsung dengan customernya , rekan bisnis ataupun supplier. E-business juga bisa berupa iklan , mengajak seseorang untuk membeli produk kita.



Berikut adalah jenis-jenis e-bussines yang biasa dilakukan :

B2B, adalah bisnis yang dilakukan sebuah perusahaan dengan perusahaan lain(antara perusahaan) baik itu perusahaan yang bergerak pada bidang industri yang sama ataupun berbeda dengan menggunakan media Internet. B2B biasa dilakukan untuk menghemat biaya transaksi. Sebagai contoh perusahaan A ingin memesan sejumlah unit komputer pada perusahaan B, maka perusahaan A dapat mengakses situs resmi perusahaan B dan menuliskan pesanannya. Perusahaan B yang mendapatkan pesan pemesanan barang tersebut akan mengirimkan barang yang dimaksud. Pembayaran biasanya dilakukan berdasarkan kesepakatan sebelumnya. Meskipun tentu saja pemesanan barang ini dapat dilakukan dengan mengangkat telepon. Salah satu contoh perusahaan di Indonesia yang menerapkan konsep B2B adalah situs www.dagang2000.com milik PT Indosat Adimarga dan www.indonesianexport.com milik PT e-Commerce Nusantara.

B2C, dapat diartikan sebagai jenis perdagangan elektronik dimana ada sebuah perusahaan (business) yang melakukan penjualan langsung barang-barangnya kepada pembeli (consumer). Kesuksesan dari B2C pada dasarnya dikarenakan faktor penawaran barang kualitas tinggi dengan harga murah dan banyak pula dikarenakan pemberian layanan kepada konsumen yang cukup baik Contoh perusahaan kelas dunia yang telah menerapkan B2C adalah www.Amazon.com dan www.WSJ.com

Business to Administrator, adalah sebuah kegiatan memanagement semua aspek bisnis yang dibangun untuk bisa membangun dan mengembangkan bisnis yang dilakukan sesuai dengan sasaran dan tujuan dari pembagun bisnis yang dilakukan. Sebagian besar perusahaan memiliki sebuah kelompok khusus administrator yang bekerja untuk memastikan hal ini terjadi. Contoh situs yang menggunakan konsep ini adalah www.emagister.net

Brokerage, adalah orang yang menyediakan pasar, brokerage memiliki peran dalam mempertemukan dan memfasilitasi transaksi antara penjual dan pembeli. Brokerage sering memainkan peran dalam bisnis-to-business (B2B), business-to-konsumen (B2C), atau konsumen-ke-konsumen (C2C). Keuntungan didapat oleh brokerage dari komisi yang diberikan oleh pihak yang terlibat dalam transaksi baik itu penjual atau pembeli. Contoh situsnya seperti www.respond.com atau www.paypal.com

Seller Driven Market, adalah jenis pasar penjualan elektronik komoditas, dimana dalam pasar ini terjadi kelangkaan komoditas atau barang yang mendasar yang mengakibatkan harga menjadi mahal karena permintaan atas barang / pasokan yang amat tinggi. Contoh situs yang mengaplikasikan pasar ini adalah www.lelangmurah.com

Buyer Driven Market, adalah jenis pasar elektronik yang berlawanan dengan pasar Seller driven market. Dalam pasar ini bisanya terdapat banyak sekali situs atau penjual yang menawarkan sebuah produk yang sama sehingga dengan demikian pembeli memilki kesempatan untuk memilih. Ketika keadaan pasar seperti ini biasanya harga barang yang ditawarkan oleh penjual akan cenderung murah. Contoh situs yang cukup terkenal dengan konsep ini misalnya www.buyers-market.net





Ruang lingkup E Business

Ruang Lingkup E Bussiness: Dijelaskan dengan Prinsip (4 W) Yaitu: What, Where, Who dan Why.

What

2. Where

3. Who

4. Why



1. What Secara prinsip pengertian E Business jauh lebih luas dibandingkan dengan E Commerce, bahkan secara filosofis, E Commerce merupakan bagian dari E Bussiness. Jika E Commerce hanya memfokuskan diri pada aktivitas atau mekanisme transaksi yang dilakukan secara elektronik/digital, E Bussiness memiliki wilayah yang jauh lebih luas, termasuk di dalamnya aktivitas relasi antara dua entiti perusahaan, interaksi antara perusahaan dengan pelanggannya, kolaborasi antara perusahaan dengan para mitra bisnisnya, pertukaran informasi antara perusahaan dengan para pesaing usahanya, dan lain sebagainya.



2. Where E Bussiness dilakukan dimana saja, sejauh pihak yang berkepentingan memiliki fasilitas elektronik/digital sebagai kanal akses (access channel). Berbeda dengan bisnis konvensional dimana transaksi biasa dilakukan secara fisik di sekitar perusahaan dengan akses dan variasi transaksi yang terbatas.



3. Who Siapa saja yang melakukan E Bisnis. Klasifikasi entiti yang kerap dipergunakan dalam mengilustrasikan eBusiness, masing-masing: Agent, Business, Consumer, Device, Employee, Family, dan Government. Contohnya adalah sebuah aplikasi tipe eCommerce B-to-C yang merupakan mekanisme hubungan perdagangan antara sebuah perusahaan dengan para pelanggannya (end consumersnya); atau tipe G-to-G yang menghubungkan dua buah negara untuk permasalahan eksport dan import.



4. Why Penerapan konsep eBusiness secara efektif memberikan keuntungan bagi perusahaan karena banyaknya komponen biaya tinggi yanga dapat dihemat, yang secara tidak langsung meningkatkan level pendapatannya. Dengan mengimplementasikan eBusiness, perusahaan dapat melihat berbagai peluang dan celah bisnis baru yang selama ini belum pernah ditawarkan kepada masyarakat.

Kunci Sukses

7 strategi taktis untuk sukses dalam e-Business :

1. Fokus. Produk-produk yang dijual di internet harus menjadi bagian yang fokus dari masing-masing manajer produk.

2. Banner berupa teks, karena respons yang diperoleh dari banner berupa teks jauh lebih tinggi dari banner berupa gambar.

3. Ciptakan 2 level afiliasi. Memiliki distributor penjualan utama dan agen penjualan kedua yang membantu penjualan produk/bisnis.

4. Manfaatkan kekuatan e-mail. E-mail adalah aktivitas pertama yang paling banyak digunakan di Internet, maka pemasaran dapat dilakukan melalui e-mail atas dasar persetujuan.

5. Menulis artikel. Kebanyakan penjualan adalah hasil dari proses edukasi atau sosialisasi, sehingga produk dapat dipasarkan melalui tulisan-tulisan yang informatif.

6. Lakukan e-Marketing. Sediakan sebagian waktu untuk pemasaran secara online.

7. Komunikasi instan. Terus mengikuti perkembangan dari calon pembeli atau pelanggan tetap untuk menjaga kepercayaan dengan cara komunikasi langsung.



Contoh Analisa Kasus Sukses E-Business

Berawal dari modal hanya Rp 100 juta, Bhinneka.com kini berkembang menjadi toko online komputer terkemuka di Indonesia. Omzetnya pun tidak main-main, mencapai Rp 60 miliar setahun.

Bhinneka.com memang sudah dikenal luas di kalangan pemburu komputer dunia maya. Mereka umumnya berasal dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali dan Makassar. Setiap harinya jumlah pengunjung website ini rata-rata mencapai 50 ribu visitor per hari.

Tak mengherankan jika Bhinneka.com masuk dalam jajaran 100 besar website Indonesia. Peringkat situs ini terakhir berada di posisi 79 mengacu pada alexa.com.

“Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak muda, para penggemar internet,” ujar Hendrik Tio, Presiden Direktur PT Bhinneka.com kepada VIVAnews di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Namun, kata dia, kebanyakan dari mereka hanya melihat-lihat saja. Malahan website ini hanya digunakan untuk mengecek harga komputer atau produk-produk teknologi informasi. “Yang belanja secara online cuma sedikit. Rata-rata sehari 10-20 transaksi secara online,” kata dia.

Kebanyakan orang Indonesia, kata dia, masih takut belanja lewat internet. Saking takutnya, rata-rata transaksi secara online yang dilakukan juga relatif kecil Rp 2 jutaan. Mungkin jumlah itu yang masih bisa ditolelir oleh konsumen Indonesia.

Dia mengakui keamanan transaksi lewat internet di Indonesia memang masih diragukan. Bukan hanya buat konsumen, pedagang juga dirugikan. Menurut pria asal Medan ini, tokonya paling sering kena tipu oleh konsumen yang menggunakan kartu kredit. Ketika kartu kredit diizinkan, transaksi memang naik, tetapi 30 persennya adalah penipuan. “Karenanya, sudah dua bulan ini, kami tutup transaksi dengan kartu kredit.”

http://chanisia.wordpress.com/2010/12/03/kunci-sukses-e-bisnis-beserta-faktor-pendukungnya/

http://study-ebusiness.blogspot.com/2012/09/pengertian-e-business.html

http://rerimbun.blog.com/2010/04/30/jenis-jenis-e-business/

http://poetragans.blogspot.com/2010/10/pengertian-ruang-lingkup-jenis-proses-e.html